Jumat, 13 November 2015

Instict? Or Sixth Sense?

Pernahkah Anda merasa diperingatkan akan suatu hal sebelum terjadi? Biasanya kita selalu diingatkan oleh mama sebelum pergi sekolah atau kuliah supaya tidak ada barang yang tertinggal. Akan tetapi, yang mau saya ulas bukan peringatan oleh mama tercinta yang super duper care terhadap anaknya, tetapi oleh alam? Mungkin mustahil untuk dipercaya.
Pengalaman saya kemarin dan hari sebelumnya menjadi fakta yang tak terlupakan.

Kamis, 12 November 2015
     Hari itu merupakan hari yang panas. Saya berangkat ke kampus untuk menghadiri rapat. Anehnya saya merasa kehadiran saya juga tidak terlalu penting mengingat saya hanya memainkan peranan kecil dalam seminar yang akan diselenggarakan oleh UKE. Benar saja, saya hanya duduk di sana 1 jam 30 menit dan nothing.. Saya kembali ke perpustakaan untuk mengerjakan data mentah skripsi. Dan sialnya, bluetooth pada smartphone saya tidak dapat saya gunakan dan wifi di sana sedang bermasalah. Saya kesulitan untuk memindahkan data yang saya kerjakan tadi. Sebelum berangkat, saya seperti diingatkan untuk membawa flashdisk, tetapi tidak saya hiraukan. -.- Akhirnya, saya mencoba kembali untuk resend melalui e-mail dan berhasil setelah saya menunggu 20 menit. Saya ingin segera kembali ke rumah (biasanya saya kembali larut malam) dan segera menumpangi angkot jurusan Kota. Saya beruntung menumpangi angkot yang berada di barisan paling depan karena angkot segera berangkat 3 menit setelah saya tumpangi. Saya tidak sendirian dalam angkot. Ada lima orang termasuk saya di sana. Orang duduk silih berganti setiap angkot melintasi daerah menuju Kota. Akhirnya, tiba giliran saya untuk turun. Saya tiba di rumah sekitar pukul 7 malam.

Jumat, 13 November 2015
     Saya merasa siap untuk menghadapi hari ini, tetapi ada sesuatu yang salah. Saya merasa tidak bergairah untuk keluar rumah, tidak seperti biasanya. Hmm. Saya menyerah dan tetap berada di rumah. Saya telah menyusun rencana untuk ke kampus kemudian keluar bersama seorang teman di sore hari. Ternyata rencana tersebut harus gagal ketika saya menyadari alam berkata "Jangan." Sore tadi sekitar pukul 6 kurang, Jakarta diguyur hujan lebat. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi hujan untuk menggenangi komplek rumah saya, hanya 5 menit. Wow! That's crazy.. Baiklah. Saya sepertinya memiliki trauma akan hujan lebat seperti ini. Saya menampung air bersih sebanyak yang saya bisa karena dulu air di rumah saya terkontaminasi dengan air got! Ew.. Saya menyadari ternyata saya dilarang keluar karena memang akan hujan deras hari ini. :)
    Saya membuka TV setelah hujan mereda dan saya dicengangkan berita pemerkosaan yang terjadi di Flyover Bandengan, Jakarta Utara. Daerah tersebut dekat dengan tempat tinggal saya. Dari yang dipaparkan, kasus terjadi pada hari Kamis pukul 10 malam. Alangkah terkejutnya saya karena di hari yang sama saya pulang ke rumah lebih awal dari biasanya. Astaga. Tuhan masih menyayangi saya dan mungkin doa ibu agar saya dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

Dari pengalaman saya tersebut, saya merasa seperti ada malaikat di atas sana yang menegur hati saya. Saya biasanya tidak ingin menuruti hal-hal yang menurut saya tidak masuk akal. Haha. Terima kasih Tuhan. Malaikat-Mu adalah ibuku. Karenanya Engkau memberkatiku.